Oleh: kesppi | 4 Mei 2012

Alqur’an sebagai Pondasi Karakter Muslim Psikologi

Oleh : Asih Kurnia Putri

Banyak sekali teori psikologi yang menjelaskan tentang perilaku manusia. Dan ironinya, teori tersebut cenderung lebih banyak digunakan sebagai acuan tanpa mencoba mengislamisasikannya terlebih dahulu. Padahal, teori-teori tersebut berasal dari Barat, sementara kita berada di negara yang menganut kebudayaan Timur. Apalagi bagi kita yang seorang muslim. Pastinya banyak sekali terjadi pertentangan.

Rasanya begitu aneh ketika kita sudah memiliki apa yang kita butuhkan, tapi masih juga mencari-carinya di tempat lain. Beberapa tokoh psikologi bahkan melakukan percobaan pada hewan, seperti yang telah dilakukan Burrhus Frederic Skinner, Ivan Petrovich Pavlov, Edward Lee Thorndike, dan tokoh-tokoh lainnya yang kemudian hasil penelitian tersebut diterapkan pada manusia. Hal tersebut sangatlah berbeda dengan islam yang memperlakukan manusia sebagaimana fitrahnya. Bukannya menyamakannya dengan hewan. Karena pastinya karakter manusia berbeda dengan hewan yang hanya dibekali dengan nafsu.

Di dalam Alqur’an telah tercermin karakter seorang muslim yang teraplikasikan dalam diri Rasulullah Saw. Kita hanya perlu menggali lalu menerapkannya pada diri kita. Dan pastinya akan sangat bermanfaat untuk membentengi diri kita dari sekularisme, liberalisme, pluralisme, dan sebagainya yang bisa jadi menyusup melalui psikologi. Ada banyak sekali ilmu yang bisa kita kaji dari Alqur’an yang merupakan firman Allah yang selanjutnya bisa kita jadikan acuan untuk menerapkan psikologi islami. Dan pastinya ilmu tersebut lebih hebat dan benar adanya dibandingkan dengan teori-teori psikologi yang berasal dari Barat.

Manusia memiliki motivasi yang mendorongnya untuk berperilaku. Motivasi untuk meraih keridhoan Allah akan memberikan kekuatan luar biasa yang nantinya bisa membentuk self image dan self esteem yang baik. Kita akan selalu berprasangka baik terhadap Allah sehingga pandangan kita terhadap diri sendiri pun menjadi baik. Kemuliaan yang diberikan Allah kepada kita akan membuat kita memiliki harga diri yang tinggi karena keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah, misalnya menjadikan kita sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah (pemimpin), tentunya kita harus memiliki good character sehingga  sudah seharusnya kita meneladani akhlaq Rasulullah yang merupakan pemimpin ummat islam. Sedangkan akhlaq Rasulullah sendiri adalah Alqur’anul Karim.

Untuk menjadi pemimpin yang handal, jiwa-jiwa kita pun harus diisi. Lantas, harus diisi dengan apakah jiwa-jiwa kita tersebut agar terus hidup dan tidak mati?

Bacalah! Itulah yang diperintahkan Allah kepada rasulullah pertama kali. Kita harus rajin membaca. Baik membaca ilmu pengetahuan, membaca alam, membaca kehidupan, juga membaca Alqur’an. Dengan membaca dan mengamalkan Alqur’an, kita bisa memperoleh ketenangan jiwa, pahala, juga obat dari penyakit hati. Jiwa kita harus terus diisi dengan ruh yang akan mengisi kehidupan kita dengan kebaikan sehingga karakter muslim yang tangguh itu pun akan terbentuk. Mencoba untuk terus menciptakan kebiasaan yang baik sehingga kebiasaan tersebut tertanam dalam diri kita. Selalu berusaha dan tidak pernah putus asa sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Ar ra’d:11. Allah tidak melihat dari bisa atau tidaknya kita, tapi berdasarkan usaha kita.

Karakter muslim psikologi harus terus dibudayakan dengan menjadikan Alqur’an sebagai pondasinya. Karakter-karakter tersebut yang nantinya akan berperan dalam pengembangan psikologi islami.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: