Oleh: kesppi | 27 April 2012

[Kajian KESPPI] Manusia dalam Perspektif Psikologi Islam

Pada hari Rabu, 25 April 2012, telah dilaksanakan kajian mengenai “Manusia dalam Perspektif Islam”. Acara ini merupakan salah satu program kerja Departemen 2 Penelitian dan Pengembangan Kesppi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

Kajian ini diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an yang dibacakan oleh Nasrudin. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua KESPPI dan Pembina KESPPI.

Dalam kajian ini membahas tentang Tahap-tahap Perkembangan dalam Perspektif Islam yang dibawakan oleh Bu Erin Ratna K, S.Psi, M.Psi. Pembahasan mengenai manusia dalam perpektif Islam sangatlah luas, maka kajian akan dipersempit menjadi tahap-tahap perkembangan dalam perspektif Islam. Berikut adalah ringkasan materi yang disampaikan.

Menurut Ali bun Abi Thalib, “Anak adalah “tuan” pada tujuh tahun pertama, seorang “budak” untuk tujuh tahun kedua, dan seorang “perdana menteri” pada tujuh tahun ketiga”.

Tahap-tahap perkembangan dalam perpsektif Islam memiliki beberapa perbedaan dengan tahap-tahap perkembangan dalam perpektif barat. Dalam Islam, tahap-tahap perkembangan terdiri dari tiga fase yaitu

1. Fase Kanak-kanak (Al-thift (lahir-7 tahun))

Pada tahap ini, anak disebut sebagai tuan dari orang tua. Dalam hal ini, orang tua memenuhi semua kemauan anak seperti makan, bermain dan lain-lain. Anak bermain secara penuh karena anak belum siap dididik melalui instruksi formal.

2. Fase Anak (8-14 tahun)

Anak mulai mampu membedakan hal yang baik maupun hal yang buruk. Pada usia ini, anak sudah dapat menangkap akibat, berpikir secara logis dan abstrak. Anak siap untuk dididik melalui instruksi formal seperti memerintahkan anak untuk shalat dan lain-lain

3. Fase Baligh (15-21 tahun)

Pada fase ini remaja yang akan memasuki masa dewasa telah memiliki kesadaran penuh akan dirinya. Ia mulai memiliki sebuah tanggung jawab penuh akan dirinya dan orang lain. Dalam fase ini juga, ia sudah mulai melaksanakan kewajiban-kewajiban seperti bekerja, menikah dan lain-lain.

Kajian ini diakhiri dengan tanya jawab oleh para peserta. Peserta kajian ini turut aktif dan antusias saat mengikutinya.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: