Oleh: kesppi | 14 November 2010

Kesppi reports: Kebiasaan Membaca dan Menulis Mahasiswa Psikologi

Isu menulis sedang booming-booming-nya! Inilah yang dituntut ada dalam diri mahasiswa: mampu menulis. Berbagai event ilmiah, seperti seminar, temu ilmiah, PKM, dan LKTM, semuanya melibatkan tulisan. Tugas-tugas kuliah juga butuh kemampuan menulis, terutama skripsi. Mampu menulis, sama halnya dengan aktivitas belajar, membaca, dan meneliti merupakan bagian dari budaya akademik. Maka, kualitas suatu universitas dan mahasiswa-mahasiswanya sangat dipengaruhi oleh seberapa kental budaya akademik ini dimiliki. Kalau budaya akademik ini tidak dipupuk dan pelihara, siap-siap, deh, kita menjadi universitas yang tertinggal, digilas kompetisi global.

Kemampuan menulis berhubungan dengan kegemaran seseorang membaca. Seperti yang kita tahu, orang yang suka menulis biasanya hobi membaca. Berdasarkan asumsi ini, Kesppi mengadakan survei dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui seberapa besar kesukaan teman-teman terhadap kegiatan menulis. Survei ini dilakukan pada Rabu, 24 Maret 2010 dengan subjek 60 orang mahasiswa Fak. Psikologi yang dipilih secara acak. Di luar berbagai ketidaksempurnaan yang terjadi karena penyelenggara memang kurang berpengalaman, semoga hasilnya bermanfaat dan memberikan gambaran mengenai budaya akademik di kampus kita: menulis.

Kebiasaan Membaca Mahasiswa Fak. Psikologi

Dari responden yang menyatakan suka menulis, jenis tulisan kesukaan adalah:

Preferensi Tulisan Mahasiswa Fak. Psikologi

Berdasarkan survei, diketahui bahwa membaca adalah hobi sebagian besar responden (88%). Namun, hobi membaca ternyata tidak menentukan kesukaan menulis. Sebanyak 57% responden ternyata tidak suka menulis.

Susah Tidaknya Menulis bagi Mahasiswa Fak. Psikologi

Dari responden yang suka menulis, jenis tulisan yang mereka sukai: 1) cerita /cerpen (27%), 2) diary /buku harian (25%), dan 3) puisi (16%). Namun, sebanyak 18% responden yang suka menulis menyatakan tidak jelas apa yang mereka tulis.

Dari pertanyaan apakah menulis itu susah, sebanyak 62% responden menyatakan bahwa menulis itu tidak susah dan 38% menyatakan menulis itu susah. Meskipun sebagian besar responden menyatakan menulis itu tidak susah, 77% menyatakan bahwa menulis butuh keterampilan.

Pertanyaannya:

1)       Kenapa hobi menulis tidak membuat orang juga suka menulis?

2)     Kenapa presentase artikel (ilmiah) sebagai salah satu jenis tulisan kesukaan kecil sekali bahkan nyaris tidak ada?

3)     Meskipun dikatakan menulis itu tidak susah, kenapa tidak banyak yang suka menulis, ya?

Any comment? What should we do???

NB: Survei ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh Kesppi. Jika ada kekurangan, mohon maklum karena kami masih belajar.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: