Oleh: kesppi | 14 November 2010

Dari Mahasiswa untuk Psikologi Islam/i

Dari Mahasiswa untuk Psikologi Islam/i

Liputan Munaslub Imamupsi 2010; Artikel dimuat pula dalam Buletin Psychoislamica Edisi Oktober 2010

Penulis: Aftina Nurul Husna

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncullah berbagai paradigma baru tentang disiplin-disiplin ilmu. Paradigma yang terbentuk dan tertanam dalam peta pikir seseorang akan menjadi landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Islam yang kita anut telah memberikan kita paradigma dan pedoman hidup lewat Al Quran dan As Sunnah. Islam telah ditetapkan Allah SWT sebagai agama yang sempurna dan diridhai. Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW ini mengajarkan kita falsafah hidup, kemanusiaan, dan solusi atas berbagai permasalahan umat.

Yang kemudian menimbulkan ironi dan kekhawatiran adalah jika pola pikir Barat malah yang menjadi pedoman hidup dan ideologi kita, umat Islam. Hal tersebut terlihat dari perkembangan sebagian ilmu pengetahuan saat ini yang menjauh dari nilai-nilai Islam dan menimbulkan kerusakan pada diri dan kehidupan umat. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya untuk mengembalikan pola pikir umat pada jalan yang lurus. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui islamisasi ilmu pengetahuan, salah satunya terhadap psikologi.

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari jiwa dan perilaku manusia memiliki pengaruh yang sangat besar bagi umat Islam. Konsep dan aplikasi psikologi yang tidak sesuai dengan Islam tentu akan menimbulkan pengaruh buruk. Psikologi Islam/i adalah psikologi yang berlandaskan Islam dan bersumber pada Al Quran dan As Sunnah yang merupakan pedoman hidup umat. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari jiwa dan perilaku manusia dengan berbagai dimensi kemanusiaan dan potensinya, membutuhkan falsafah dan nilai-nilai yang sesuai dengan apa yang Allah SAW syariatkan kepada manusia. Hal tersebut penting dalam rangka mencapai kehidupan manusia yang paripurna, sebagai khalifah dan hamba Allah di bumi.

Upaya mengembangkan Psikologi Islam/i, baik konsep maupun aplikasinya, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah mahasiswa muslim psikologi. Untuk itu, dibentuklah organisasi-organisasi dan kelompok studi mahasiswa yang mengusung visi dan misi untuk mengembangkan Psikologi Islam/i. Sebagai contoh, di kampus kita (Fak. Psikologi Undip) ada Kelompok Studi Pengembangan Psikologi Islami (Kesppi), di UGM ada IPLF, di UMS dan UIN ada Imamupsi, di UMM ada LISFA, dan sebagainya. Dan ternyata, kita tidak sendirian. Ada Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI) yang menghubungkan silaturahim kita semua.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: