Oleh: kesppi | 8 Mei 2008

Logoanalisa

A. Logoanalisis Sebagai Bagian dari Logoterapi

Logoanalisis merupakan sebuah metode pengembanagan diri bagi individu untuk mengembangkan hidup bermakna. Perumusnya adalah seorang pengikut Viktor Frankl di Amerika Serikat yang bernama James C. Crumbaugh. Logoanalisis adalah usaha untuk membantu seseorang menemukan dan lebih menyadari makna dan tujuan hidupnya. Caranya dengan menggali dan memelajari pengalaman-pengalaman hidup sendiri, khususnya pengalaman yang berkaitan dengan dengan kegiatan-kegiatan berkarya, penghayatan-penghayatannya atas berbagai peristiwa yang mengesankan, dan sikap-sikapnya menghadapi keadaan-keadaan yang tak terhindarkan lagi (Bastaman, 2007).

Logoanalis tidak diperuntukan mereka yang mengalami gangguan psikologis tetapi logoanalisis diperuntukan untuk mereka yang sehat dan menginginkan kehidupan bermakna. Logoanalisis menerapkan metode-metode dalam pelaksanaanya, seperti self evaluation, action as if, establishing an encounter (personal and spiritual), dan searching for meaning values.

Dalam pelatihannya, logoanlisis didasari oleh prinsip Panca Sadar ( Bastaman, 2007), Yaitu
1. Sadar akan citra diri yang diidam-idamkan
2. Sadar akan keunggulan dan kelemahan diri sendiri
3. Sadar akan unsur-unsur yang menunjang dan menghambat dari lingkungan pribadi
4. Sadarakan pendekatan dan metode pengembangan pribadi
5. Sadar akan tokoh idaman dan panutan sebagai suri tauladan

B. Metode Pengembangan Diri
HD Bastaman (2007) memodivikasi keempat metode logoanlisis seperti yang sudah disebutkan menjadi lima metode dengan berdasar pada empat metode milik Crumbaugh, yaitu

1. Pemahaman Pribadi (Self-evaluation)
Menyaari keunggulan dan kelemahan pribadi dan lingkungan , baik yang potensial maupun yang telah teraktualisasi secara objektif. Dengan teknik ini kita diajak untuk menyadari keinginan-kenginan masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Dengan begitu kita bisa menyadari apa yang telah kita peroleh saat ini dan mensyukurinya.
Dalam teknik pemahaman diri ini bisa dilakukan dengan membaca lagi buku harian, segala peristiwa hidup yang kita ingat, atau dengan memerolehnya dari kesan orang lain kepada kita.

2. Bertindak Positif (Acting as if)
Dengan berpikir postif kita menanamkan dalam pikiran kita hal-hal yang baik-baik yang benar-benar kita rasakan manfaatnya sekaligus menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Dalam teknik bertindak positif ini kita mencoba untuk melakukan hal-hal yang baik yang kita pikirkan menjadi tindakan nyata bagi kita.
Untuk menerapkan teknik bertindak positif ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pertama-tama pilihlah tindakan-tindakan nyata yang benar-benar dapat dilaksanakan secara wajar tanpa mamaksa diri serta memahami bahwa waktu untuk melaksanakannya dapat berlangsung beberapa menit sampai berkesinambungan cukup lama. Dengan demikian, citra idaman harus benar-benar diinginkan, realitis, dan dapat dicapai. Selain itu, perhatikan reaksi-reaksi spotan dari lingkungan atas tindakan-tindakan itu.

3. Pengakraban Hubungan (Personal Encounter)
Meningkatakan kualitas hubungan dengan pribadi-pribadi tertentu (keluaraga, rekan, tetangga) sehingga masing-masing saling percaya, saling mengahrgai, saling menyayangi, dan bersedia bantu-mambantu.
Untuk pengakraban hubungan mulailah dari orang-orang terdekat kiata seperti teman, keluaraga, dan tetangga lalu usahakan ikut berperan serta dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Dengan tetap menghindari mementingkan diri sendiri, menuntut hal yang berlebihan dari teman, menguasai teman, memanfaatkan teman, dan menyalahgunakan kepercayaan.

4. Pendalaman Catur Nilai (Exporing Human Values)
Mendalami catur nilai merupakan memehami empat ragam nilai, yaitu nilai-nilai berkarya, nilai-nilai penghayatan, nilai-nilai bersikap, dan nilai-nilai pengharapan. Dalam logoterapi keempat nilai tersebut merupakan sumber makna hidup.
a) Nilai-nilai berkarya
Pada intinya nilai ini adalah memberikan sesuatu kebaikan dan kemanfaatan untuk hidup kita. Seperti bekerja, belajar, atau hal-hal kecil seperti memberikan hadiah mapun hanya memelihara binatang.
b) Nilai-nilai pengahayatan
Nilai penghayatan meliputi nilai tentang kebenaran dan kemanfaatan, iman dan cinta kasih, keindahan dan kesucian. Menghayati nilai-nilai tersebut dapat memberikan kepuasan, ketenangan, perasaan bermakan, dan bahkan semangat. Misalnya dengan menyimak kata-kata mutiara, ayat-ayat dalam kitab suci, hadist, atau syair musik, dengan menikmati keindahan alam, berkunjung ke panti wreda.
c) Nilai-nilai bersikap
Mengambil sikap yang tepat atas pengalaman tragis yang mungkin tidak terhindarkan setelah upaya maksimal dilakukan tanpa hasil. Belajar untuk merenungi musibah untuk memahami maksud Tuhan emberikan musibah ini atau dengan belajar dengan membandingkan dengan penderitaan orang lain akan membuat kita lebih terinspirasi untuk bangkit. Bersabar dan ikhlas adalah sebaik-baik sikap yang perlu kita miliki.
d) Nilai-nilai pengaharapan
Keyakinan yang ada pada diri kita akan perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Dengan keyakinan yang kuat akan membuat energi jiwa dan tubuh kita untuk mencapai tujuan kita.

5. Ibadah (Spiritual Encounter)
Manusia diciptakan Tuhan untuk beribadah kepada-Nya. Di setiap gerak tubuh kita, di setiap aktivitas kita, kita tujukan kepada-Nya. Dan ibadah tidak hanya berbentuk ibadah ritual saja tetapi juga ibadah kita dalam aktivitas kita. Dengan ibadah kita dapat meningkatkan kualitas pribadi, dan memberikan kebermanfaatan untuk leingkungan kita. Ibadah yang bermakana adalah ketika mampu ikhlas, yang berarti orientasi ibadah kita hanya kita tujukan kepada Sang Penguasa Alam.

Sumber :

Bastaman, H.D..2007. Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Bastaman, H.D.. 2007. Logoanalisa : Pribadi Bermakna dan Berakhlak Mulia. Tidak Diterbitkan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: