Oleh: kesppi | 10 Desember 2007

Hidup di Dunia? Ngapain Sich?

Hidup di Dunia? Ngapain Sich?
(Ngobrolin Makna HidupYuk!)
Oleh Imam Faisal Hamzah

Akhir-akhir ini banyak buku yang mengajarkan kita tentang kesuksesan tetapi kita tidak sukses-sukses ya? Begitu juga akhir-akhir ini banyak orang yang mencari buku tentang hidup, mereka merasa membutuhkan motivasi untuk hidup mereka. Ada sebuah kisah tentang dua ekor ikan yang bersahabat. Mereka hidup di sebuah kolam yang sangat indah. Sebut aja kedua ikan itu Pichu dan Pikka, mereka sudah lama bersahabat. Suatu ketika mereka ngobrol berdua, dan Pichu membuka obrolan dengan menumpahkan semua isi hatinya, “Pikka, bosen juga ya hidup kaya gini terus. Setiap hari pekerjaan kita berenang mulu, bangun pagi cari makan, muter-muter ke sana-sini, pokoknya bosen banget dech!” Pikka lalu menyambutnya “iya, gue ngerasa juga kaya gitu!”

Kemudian pada suatu hari Pikka dan Pichu baru tahu bahwa tempat mereka tinggal adalah kolam pemancingan umum. Lalu Pikka mendengar sebuah obrolan dari dua orang manusia yang sedang mancing bahwa air adalah sumber kehidupan dan sumber kebahagiaan. Langsung aja Pikka mengira manusia juga bisa bosen juga ya dengan kehidupannya. Dari hasil nguping itu, Pikka lalu menyimpulakan bahwa resep kebahagiaan adalah minum air. Langsung aja neh si Pikka ngasih tahu Pichu. “Pichu!!! Gue tahu neh sekarang resep kebahagiaan, tadi gue habis nguping pembicaraan dua manusia di sana, bahwa klo kita mau bahagia kita kudu minum air. Jadi, sekarang kita cari air itu ada di mana?”

Nah lho, apa coba yang bisa kita ambil pesannya? Padahal udah lama banget dua ikan itu hidup di air, tapi mereka ko ga nyadar kalo tempat mereka hidup adalah air. Jangan-jangan kita juga ga tahu lagi klo kita hidup di dunia? Waduh, gawat neh! Kita harus tahu bahwa kita “ada” di dunia ini, Alloh tentunya tidak sembarangan menciptakan manusia jika ga ada gunanya di dunia ini. Batu aja ada gunanya buat bangunan? Selanjutnya kita perlu “mengekpresikan diri” kita. Kata Om Frankl (almarhum) pencipta logoterapi (“logo” dari kata “logos” yang berarti makna, terapinya dikira-kira sendiri ya?)bahwa manusia pada dasarnya ingin hidup bermakna. Wah, kaya apa tuh hidup bermakna tuh? Kata beliau ada tiga cara untuk menggambarkan hidup bermakna. Pertama, dengan melakukan suatu perbuatan, ini maksudnya kita jangan pasif di hidup ini, banyak hal yang bisa kita lakukan lebih dari apa yang saat ini kita lakukan tapi itu-itu aja. Contohnya kita bisa ikut organisasi di sekolah, kalo sekolah Cuma belajar pelajaran tok, tapi ga ada yang bisa kita berikan buat sekolah kita, ngapain sekolah? ; kedua, dengan mengalami sebuah nilai, nilai itu bukan nilai-nilai pelajaranmu yang dari 0 sampai 100 itu, tapi maksudnya nilai mengenai baik dan buruk. Contohnya nilai kejujuran, untuk dapat merasakan nilainya kita harus jujur, misalnya klo kita tahu ada orang yang uangnya jatuh (ya sekitar Rp 1000,-), kita musti ngambilnya dan memasukan ke saku kita eit salah tapi mengembalikannya pada yang punya tadi, gitu!; ketiga dengan penderitaan, wah, ini yang berat! Kita memang perlu merasakan penderitaan coz hidup tanpa masalah bukan hidup namanya, klo seseorang merasa ga punya masalah dengan hidupnya, nah itu dia masalahnya! Ya kan? Banyak orang sukses yang justru berasal dari kehidupannya yang dulu begitu sulit, mereka lalu belajar dari kehidupan mereka, dari situlah mereka justru menemukan motivasi hidup mereka untuk hidup lebih baik. Om Frankl juga dulu pernah mengalami penderitaan saat jadi tawanan tentara Nazi. Beliau dijadikan budak, dan diperlakukan tidak manusiawi, ternyata profesinya yang saat itu adalah seorang psikiater dapat membantu kawan-kawannya yang sama-sama jadi tahanan untuk tetap bertahan dengan kondisi saat itu. Yang justru mereka yang bisa bebas dari kamp konsentrasi itu adalah mereka yang punya tujuan hidup. Nah, sekarang apa tujuan hidup loe? Coba pikirkan! Seorang teman pernah tanya pada saya mengenai “kenapa orang perlu memiliki tujuan hidup?” “Emangnya penting ya?” gue jawab “sangat penting” karena itulah arah hidupmu akan dibentuk. Sekali lagi Alloh SWT tidak menciptakan manusia dengan sia-sia. Sekarang tinggal manusia itulah yang memilihnya untuk hidup seperti apa. Renungin ya kapan-kapan kita lanjutin!

Daftar Pustaka
Abidin, Zaenal. 2007. Analisis Eksistensial: Sebuah Pendekatan Alternatif untuk Psikologi dan Psikiatri. Jakarta: rajawali Pers
Agustian, Ginanjar Ary dan Ridwan Mukri. 2007. ESQ for Teens. Jakarta: PT Arga Publishing.
Bastaman, H.D..2007. Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Frankl, Victor E.. 2003. Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi (Man’s Search for Meaning: An Introduction to Logotherapy). Yogyakarta: Kreasi Wacana.


Responses

  1. Wah, maaf ye klo tulisannya jelek, daripada ga ada isinya. tapi klo bisa kasih komentar ya!!! makasih Faisal

  2. Wuz!

  3. Menulis adalah ujian kepercayadirian. So, keep writing, kawan!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: